Demotivasi Bukanlah Kiamat
Ketika Kamu Merasa Demotivasi
Semua dari kita pasti pernah mengalami peristiwa menggebu-gebu untuk melakukan sesuatu. Biasanya motivasi tertinggi itu datang pada kali pertama melakukan sesuatu yang sebelumnya bukan merupakan suatu kebiasaan. Contoh sederhana, seperti jogging di hari pertama akan dimulai dengan rasa semangat. Namun, ketika kegiatan itu terus-menerus dilakukan, pasti akan merasakan rasa bosan bahkan enggan untuk meneruskan kegiatan tersebut. Terlebih kegiatan yang sedang dijalankan adalah goals yang penting, alih-alih mencapai tujuan malah berakhir dengan berhenti untuk berusaha.
Saya rasa demotivasi itu adalah hal wajar. Merasa bosan, capek, bahkan terkadang tiba-tiba menganti arah tujuan di tengah jalan. Itu semua bukan hal yang salah. Hanya saja ada dua pilihan ketika demotivasi datang. Pertama, dengan cara berhenti selamanya. Kedua, dengan memunculkan motivasi. Tentu kita semua ingin memilih opsi nomor dua. Tetapi yang menjadi pertanyaan, ngaco kali ya bagaimana cara memunculkan motivasi alam keadaan yang tidak termotivasi?
Begini, kebiasaan dengan aktivitas baru tentu berbeda. Aktivitas baru dapat menjadi suatu kebiasaan apabila terus menerus dilakukan hingga menjadi auto control. Permasalahannya, untuk menjadikan aktivitas baru menjadi suatu kebiasaan adalah hal yang sulit, salah satu kendala adalah dengan datangnya demotivasi. Tentu mendatangkan rasa termotivasi tidak semudah yang dibayagkan. Lantas bagaimana caranya? Jadikan demotivasi sebagai recharge motivasi.
Demotivasi bukanlah akhir dari segalanya
Demotivasi bukanlah kiamat. Jadi, jangan berburuk sangka ketika tidak ada energi untuk memulai, bukan berarti semua kegiatan yang telah kamu bangun dari 0 itu telah berakhir. Sehancur apapun motivasimu itu, berpikir motivasi tidak akan tumbuh lagi adalah suatu kesalahan. Jika memang motivasimu hancur, mohon jangan jadikan itu alasan untuk membuatmu berhenti berjuang. Setidaknya hanya motivasimu saja yang hancur, tapi jangan hancurkan prosesnya.
Demotivasi adalah upaya untuk mengenal proses
Ketika merasa burn out terhadap aktivitas baru, fisik maupun mental terasa begitu lelah. Hal tersebut yang mengundang demotivasi. Melakukan kegiatan baru yang ingin dijadikan suatu kebiasaan lalu berakhir dengan burn out disebabkan tidak mengetahuinya kapasitas diri. Ketika burn out disertai demotivasi, pada saat itu diri akan mengetahui proses yang berat. Sebagaima kata pepatah “Pengalaman adalah guru terbaik”. Maka gunakan pengalaman demotivasi untuk mengetahui kapasitas diri. Sehingga untuk golasmu esok prosesnya bisa diperbaiki. Terkadang, yang perlu diubah adalah prosesnya bukan tujuannya.
Rasakan saja lalu istirahat atau lawan saja lalu bergerak
Ketika sudah menerima bahwa demotivasi bukanlah akhir dari segalanya, ada dua pilihan yang dapat dilakukan. Pertama, rasakan saja lalu istirahat. Atau Kedua, lawan saja lalu bergerak. Mana yang harus dipilih? Jawabannya adalah semuanya bisa dilakukan. Jika melihat dari perspektif rasakan saja lalu istirahat, bukanlah jawaban yang salah. Demotivasi adalah bagian dari proses, sehingga yang perlu dilakukan adalah dengan cara menerima jika sedang dalam keadaan demotivasi. Banyak pihak yang menyangkal ketika sedang demotivasi, hal inilah yang menyebabkan sulitnya improv dari proses yang mengakibatakn demotivasi berkepanjangan. Ketika sedang merasa demotivasi mungkin saatnya untuk recharge energi, tidak masalah berhenti sejenak untuk istirahat. Bagaiama dengan yang memilih lawan lalu bergerak? Pilihan kedua ini bisa dipilih jika dirasa demotivasi adalah sebuah tantangan. Ketika demotivasi hinggap maka lawan saja, karena terkadang apapun yang dirasa malas dan tak berenergi akan dilakukan secara enjoy letika sudah melalui lima menit pertama. Jadi lawan saja rasa malasnya dengan cara mulai bergerak. Namun, harus juga aware dengan emosi demotivasi yang sedang dirasakan dan tahu kapasitas sendiri.
Seseorang yang mengalami demotivasi
sangat rentan untuk mengambil keputusan menyerah. Namun, menyerah bukanlah pilihan. Pada kenyataannya, usaha untuk terbebas dari zona nyaman sangatlah tidak nyaman. Nikmati saja prosesnya. Sakit itu wajar, karena itu bagian daripada proses.


Komentar
Posting Komentar