Senja Menurutku
Senja yang Biasa Saja
Sedari dulu senja selalu kupandang tanpa binar menakjubkan, biasa saja. Orange-nya hanya mirip jeruk di pasar. Setidaknya, jeruk dicicip terasa segar. Senja? bagaiaman bisa aku mencicipi senja. Kata orang-orang jangan dicicpi tapi dilihat dan dinikmati. Aku ikuti sarannya, seperti dugaanku. Sama saja, tidak ada bedanya.
Menurut orang-orang senja adalah keindahan. Menurutku, keindahan tidak ada bedanya dengan keburukan. Apa artinya indah saat buruk tidak ada? Seperti hitam tanpa putih. Senja tanpa tenggelam. Saat siluet terakhir hilang, para penonton akan bubar. Seperti dugaanku, kisah akhirnya mengenagsakan. Ditinggalkan.
Begitulah senja setiap harinya. Saat cahaya terakhirnya akan dimakan lautan, penonton berebutan untuk mengabadikan. Saat itu aku terdiam, menunggunya untuk tenggelam. Membiarkan lelap sendirian di dasar lautan. Hingga senja yang biasa saja akan gelap pada waktunya. Selamat malam, senja. Selamat pagi, malam.
Catatan Kamar
Rabu, 2 Juni 2021


Komentar
Posting Komentar