Ngomongin Hidup
Lantas di mana ujungnya hidup? Apakah benar jika aku menjawabnya adalah kematian? Namun, banyak yang percaya jika kematian adalah awal dari hidup yang sesungguhnya dan katanya kita akan kekal di sana. Rumit, mencari ujung hidup seperti mencari ujung di bidang lingkaran. Sulit ditemukan.
Kemarin,
aku sempat mengobrol dengan temanku, sedikit bercerita tentang problem
kehidupan. Jika dipikir, memang benar dunia adalah panggung sandiwara yang penuh dengan peristiwa. Tokohnya manusia, per orangnya adalah tokoh utama. Kita
sempat membahas tujuan dari hidup manusia. Lantas aku memiliki asumsi jika
manusia tidak akan pernah sampai ke tujuannya, karena manusia adalah
seorang pengembara. Saat ia telah mencapai satu tujuan pasti ada lagi tujuan
berikutnya. Ada masa ketika ia lelah maka ia akan istirahat sejenak, bahkan ada
yang tetap berusaha sembari merangkak, ada yang berjalan, banyak juga yang berlari.
Tidak pernah ada yang diam benar-benar diam, yang istirahat pasti akan berajak
lagi. Jika memang benar-benar diam artinya ia telah mati, ia tidak pernah
sampai tujuan. Artinya manusia tidak pernah sampai. Lantas temanku menyatakan
akan ketidaksetujuanya, ia memiliki pandangan bahwa manusia pasti memiliki
tujuan tapi yang paling penting bukan perihal sampai atau tidak sampai karena
bagaimana pun hidup akan tetap berjalan. Hal yang paling penting adalah mencari
makna kehidupan. Kurasa itu memang benar.
Hidup itu bukan perihal sampai ke tujuan karena dalam kehidupan manusia tidak pernah sampai. Cobalah untuk memaknai hidup. Dari situ kita akan tahu seberapa berharganya diri kita. Jika masih banyak pertanyaan tentang hidup yang belum terjawab, jangan risau. Rumitnya pertanyaan tentang kehidupan akan selalu ada, kamu akan menemukan jawaban dengan sendirinya.
Catatan Kamar
Senin, 7 Juni 2021



Komentar
Posting Komentar